Kamis, 20 Februari 2014

Sn tinta epson

BLACK
  1. JCQ-5HY-WYS-FWCZ
    2. J2M-AXC-FRG-K5XB
    3. 5ZA-2BC-VGG-A9FG
    4. E9E-PPZ-RSX-X353
    5. T2D-YL2-5L6-2V3G
    6. GMZ-FHK-CHN-CN8A
    7. 32F-K4D-5V6-GB9F
    8. UGZ-YAU-W38-QWYF
    9. F6U-NNF-GWT-9L5M
    10. GM7-S23-PU3-YBMJ
    11. 72D-KFS-S35-KXBY
    12. X9Z-ZYB-N99-VLHN
    13. BN9- VPZ-WYG- HVKZ
    14. PQR- AKE -9DS -FWDQ
    15. Y7F-5DH- L6W- KSEN
    16. CU3 -HG7 -A2L -KD83
    17. L3R- 8CZ -34R -9UZG
    18. LRP-K8F-WPL-EPEQ
    19. 4U2-QPW-2FQ-YWMY
    20. XD5 – XK7 – PCZ – 5Y8A
  2. N5C-2M9-65P-3W8A
CYAN
  1. BJN-W6H-5NA-VHVY.
    2. VUZ-LAN-C78-R3BR
    3. QFV-2QU-Q59-E25G
    4. QJ9-PBE-W93-3725
    5. LJC-UYH-45C-25VQ
    6. 8MS-NK6-G9L-4DA5
    7. EY9-2VW-ZZY-2UBC
    8. E2P XSU XSM G73Q
    9. BXQ MCR 3CT MQ6J
    10. MD7 7LT TXN FPNR
    11. YU2 MQH WVD 674P
    12. 4Y9 5BA BRQ WC9E
    13. GW8 7BY 9MR Z3BY
    14. 8MS-NK6-G9L-4DA5
    15. GCJ-DZ4-6EB-9BGY
    16. 9UX-ACV-EEY-BVPF
    17. H4E-4SD-PMH-3WAJ
    18. XAJ 67N 353 SQYN
    19. E7X-XBK-7J8-8GFA
    20. LT9-LVL-47D-F3NA
  2. 6UN-Z4S-78N-3MEJ
MAGENTA
1. ZB7-BW5-PTT-RCC5.
2. D6D-EWB-VB6-NWTQ
3. U84-XWC-LH3-K4AG
4. 74U-ECC-4UP-5LC5
5. HPE-GA3-KX3-BHUM
6. 5DN-VQN-8N5-NU5C
7. S5W-9GV-Q76-UKZC
8. XM4 QXH 69X PCCR
9. AMJK4S A4G FKBG
10. SEH C2L 799 TAFN
11. 8RA CXJ 38U C3AP
12. UNN 7QF PUW 3WMC
13. 5DN-VQN-8N5-NU5C
14. UL8-N84-4K3-DMEA
15. 95A-MMP-8YS-NPVA
16. EWF – 66W – VKM- FDAR
17. RWU-Z2N-AH3-6EJG
18. DHU C3M JPN G88Y
19. TDW-A5J-8B9-MF43
20. VPG-96Q-AV7-SVQM
7TN-5R4-9RF-DXE5
YELLOW
1. 2CQ-HJE-CQM-SNJE.
2. DZ7-8RV-GJ4-C2GC
3. KA6-TUP-A53-ND43
4. AXQ-PMR-BKJ-A5VM
5. 3MC-EVH-88Z-3YGA
6. G53-D8P-C7X-L4QY
7. PZX MJ4 2SS TUSN
8. UU4 GVL UJ5 WXFB
9. S5U QAP GEQ UVEB
10. CSE R7Z BX2 TZEP
11. W3A NBC 8CJ EX4E
12. 3MC-EVH-88Z-3YGA
13. 44K-FW9-ULV-PTR3
14. TUY-B2R-VR9-ZEEC
15. 8M7-S74-PPG-G2JA
16. BLV-T63-QFS-B4BN
17. 98J DS2 UN9 6L5A
18. XBN-5PR-TRG-3VBA
19. FE4-WCE-6WG-HJZR
20. JYN-YSE-MP6-23RN
2A5-QSK-PKT-CWC3

Senin, 17 Februari 2014

print file pdf dari windows (client) ke ubuntu (server printer) tidak bisa

just copy the following bold lines into the the smb.conf file under:


Code:
[printers]
...
use client driver = yes

[print$]
....
use client driver = yes
and then restart samba:

Code:
sudo /etc/init.d/smbd restart
at least, that did the trick for me....

sumber http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1978230&page=2

Selasa, 28 Januari 2014

reset lan di windows

Solusi :
Windows XP
1. Klik tombol [Start -> Run -> ketik CMD kemudian klik tombol [ok]]
2. Pada layar Command Prompt ketik perintah netsh winsock reset kemudian klik tombol “Enter”
3. Restart komputer
4. Pada saat komputer start, maka akan muncul pesan dari NSS yang menyatakan bahwa proses instalasi Norman berhasil dilakukan, kemudian restart kembali komputer

Windows 7/8
1. Klik [Start->All Programs-> Accessories]
2. Klik kanan pada  Command Prompt kemudian klik Run as administrator
3. Pada layar Command Prompt ketik perintah netsh winsock reset kemudian klik tombol “Enter”
4. Restart komputer

Kamis, 23 Januari 2014

nat microtik dan xampp

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan
Berikut ini saya sharing sedikit pengalaman saya pribadi, Trik untuk membuat WebServer LOKAL kita ( WebServer Intranet ) agar dapat di akses dari Internet mengunakan MIKROTIK ROUTER dan Koneksi Telkom SPEEDY ataupun koneksi ISP yang lain. Jika sebelumnya saya telah sharing Trik Port Forwarding dari Modem ADSL Linksys ( tanpa Mikrotik ), maka kali ini kita akan membuat Mikrotik kita menjadi Pengendali WEBSERVER Lokal kita (bahkan beberapa webserver lokal sekaligus loh ).

http://thinkxfree.wordpress.com/2011/08/14/panduan-setting-port-forwarding-modem-adsl-agar-ip-public-speedy-kita-menjadi-ip-webserver
Oke, jika kita sudah mengunakan Mikrotik sebagai Router kita dan Mikrotik ini bisa diakses dengan IP Public yang telah kita miliki dari mana saja. Jika kita mengunakan SPEEDY maka kita dapat melakukan setting Mikrotik seperti pada tutorial ini :
http://thinkxfree.wordpress.com/2010/04/16/step-by-step-installasi-router-mikrotik-dgn-adsl-speedy
Selanjutnya pahami dengan baik konsep desainnya seperti contoh yang saya buat ini :
Layout_Desain_Network_with_Mikrotik_for_Server_and_LAN_WLAN
Sekarang, setelah Mikrotik kita setting IP Public-nya maka seperti terlihat dibawah ini maka selanjutnya Mikrotik Router kita dapat difungsikan lebih lanjut termasuk untuk mengatur WebServer Local Intranet kita agar dapat di akses dari Internet. Wewww… asyik… bisa punya WebServer sendiri tanpa hosting dech…


Tahap untuk melakukan setting Port Forwarding pada Mikrotik Router adalah sebagai berikut :
Pertama : Masuk ke menu IP lalu pilih Services.

Kedua : Ubah Services WWW atau Services yang semula / umumnya digunakan untuk mengakses Mikrotik WebBox dari Port 80 ( default ) menjadi port yang anda inginkan, misalnya pada contoh ini saya gunakan Port 1007. Tujuannya agar Port 80 ini dapat difungsikan untuk WebServer Local Intranet kita.

Ketiga : Selanjutnya kita masuk ke menu IP lalu pilih Firewall.

Keempat :  Selanjutnya masuk ke menu NAT ( Network Address Transaltion ) lalu tambahkan sebuah NAT Rule ( klik sibol + )

Kelima : Sebelum kita masuk ke setting NAT Rule lebih lanjut, disini kita telah membuat Webserver Local pada IP Address 192.168.88.100. Perhatikan dan pahami dengan seksama tentang IP Address dan setting NAT karena disinilah letak keberhasilan Port Forwarding WebServer kita nanti.

Perhatikan juga status XAMPP ( Apache Webserver & MySQL Database Server ) sudah running dan Websites Local di IP 192.168.88.100 sudah bisa diakses dari jaringan lokal seperti gambar diatas ini.

Keenam : Dari menu Winbox ->  Firewall -> NAT -> lalu pada menu Tab GENERAL kita tambahkan New NAT Rule, pilih atau setting seperti menu dibawah ini :
  • Chain = dstnat (artinya : Destination NAT )
  • Dst Address = 125.164.75.150 ( artinya : IP Public yang diakses dari Internet )
  • Protocol = TCP(6) (artinya protocol yang digunakan untuk mengakses ke webserver kita adalah TCP )
  • Dst Port =80 ( artinya Port 80 digunakan untuk mengakses ke IP Public kita ).
  • In Interface = pppoe-out1 ( artinya : interface akses ke Internet mengunakan Speedy Dial Up PPPoE oleh Mikrotik, untuk anda, sesuaikan dengan interface yang anda gunakan ).
Selanjutnya pada menu Tab ACTION, pilih atau setting seperti menu dibawah ini :
  • Action = dst-nat ( artinya jika memenuhi kondisi seperti pada setting GENERAL maka akan di forward ke IP dibawah ini ).
  • To Addres = 192.168.88.100 ( artinya : IP ini adalah IP address alamat tujuan port forwarding jika ada yang mengakses IP Public 125.164.75.150 ini akan di arahkan ke IP Local 192.168.88.100.
  • To Port = 80 ( artinya : Port yang dituju pada IP Local WebServer 192.168.88.100 yaitu Port 80 ).

Ketujuh : Setelah setting diatas selesai maka kita cek akses dari luar ( dari Internet ) ke IP Public kita 125.164.75.150 ini, maka…. Taaaarrrraaaaa…
Lalu muncullah tampilah Websites daripada Webserver local 192.168.88.100.



CONTOH SELANJUTNYA ADALAH WEBSERVER KEDUA dengan IP Address Local-nya adalah 192.168.88.99 dengan tampilan seperti dibawah ini.

Oke lah kalo begitu kita mulai lagi, dari menu Winbox ->  Firewall -> NAT -> lalu pada menu Tab GENERAL kita tambahkan New NAT Rule, pilih atau setting seperti menu dibawah ini :
  • Chain = dstnat (artinya : Destination NAT )
  • Dst Address = 125.164.75.150 ( artinya : IP Public yang diakses dari Internet )
  • Protocol = TCP(6) (artinya protocol yang digunakan untuk mengakses ke webserver kita adalah TCP )
  • Dst Port =99 ( artinya Port 99 digunakan untuk mengakses ke IP Public kita, karena Port 80 sudah digunakan untuk websites contoh pertama ).
  • In Interface = pppoe-out1 ( artinya : interface akses ke Internet mengunakan Speedy Dial Up PPPoE oleh Mikrotik, untuk anda, sesuaikan dengan interface yang anda gunakan ).
Selanjutnya pada menu Tab ACTION, pilih atau setting seperti menu dibawah ini :
  • Action = dst-nat ( artinya jika memenuhi kondisi seperti pada setting GENERAL maka akan di forward ke IP dibawah ini ).
  • To Address = 192.168.88.99 ( artinya : IP ini adalah IP address alamat tujuan port forwarding jika ada yang mengakses IP Public 125.164.75.150 ini akan di arahkan ke IP Local 192.168.88.99.
  • To Port = 99 ( artinya : Port yang dituju pada IP Local 192.168.88.99 yaitu Port 99 ).

Setelah setting diatas selesai maka kita cek akses dari luar ( dari Internet ) ke IP Public kita 125.164.75.150:99 ( jangan lupa sekalian tulis Port nya seperti ini yach ), maka… Taaaarrrraaaaa…
Muncullah tampilah Websites daripada Webserver local 192.168.88.99.

Setelah konfigurasi kita sukses, selanjutnya kita tinggal konfigurasi dengan Domain Name Server kita. Seperti pada panduan di bawah ini sehingga kita bisa langsung mengakses nama Websites kita, bukan lagi cuman mengakses IP Public saja…
http://thinkxfree.wordpress.com/2011/03/01/panduan-membuat-webserver-sendiri-dgn-register-domain-di-jagoan-hosting/
Oke… tutorial ini sudah cukup jelas dapat silahkan dicoba pada Mikrotik anda sendiri. Jika masih belum berhasil, segera hubungi rumah sakit terdekat… Salam…

sumber http://thinkxfree.wordpress.com/2010/05/31/trik-membuat-websites-intranet-agar-dapat-di-akses-dari-internet-dengan-mikrotik-dan-speedy/

Selasa, 07 Januari 2014

Getting “System program problem detected” pops up regularly after upgrade

This started to happen immediately after I had rebooted the first time after doing a system upgrade. It first starts with a dialogue that says "System program problem detected". Then when I try to hit 'report problem' not much happens. I am led through a dialogue that always ends up the problem cannot be solved.
I am aware this is not a lot of information, however I'm not sure which information I need to publish and how should I obtain it to debug this problem.
Here's a screenshot! enter image description here

Jumat, 03 Januari 2014

restore panel lubuntu

 
Found this at ubuntuforums.org, hope it helps:
sudo cp /usr/share/lxpanel/profile/Lubuntu/panels/panel ~/.config/lxpanel/Lubuntu/panels
Change owner:group to the local account from root.
sudo chown owner:group  ~/.config/lxpanel/Lubuntu/panels/panel
lxpanelctl restart